Jakarta, 13 September 2026 – Apple akhirnya memasuki pasar ponsel lipat setelah bertahun-tahun memilih mengamati perkembangan teknologi tersebut dari luar. Perusahaan asal Cupertino itu resmi memperkenalkan iPhone Duo pada 9 September 2026 sebagai iPhone lipat pertamanya. Perangkat tersebut hadir ketika sejumlah produsen Android sudah lebih dahulu mengembangkan ponsel lipat selama beberapa generasi. Samsung, misalnya, telah memasarkan Galaxy Fold sejak 2019 dan terus melakukan penyempurnaan terhadap desainnya. Keputusan Apple menunggu begitu lama bukan berarti perusahaan tidak tertarik dengan konsep perangkat lipat. Pengembangan dan eksperimen terhadap teknologi tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun, sementara Apple memilih menunggu hingga komponen dan pengalaman pengguna dinilai cukup matang untuk dibawa ke lini iPhone.
Salah satu alasan terbesar di balik penantian panjang tersebut adalah persoalan layar. Ponsel lipat generasi awal menghadapi tantangan berupa bekas lipatan atau crease yang terlihat pada bagian tengah layar setelah perangkat dibuka. Apple disebut memberikan perhatian besar terhadap persoalan tersebut karena layar merupakan bagian yang terus dilihat dan disentuh pengguna. Perusahaan tidak ingin menghadirkan iPhone lipat apabila pengalaman menggunakan layar terasa jauh berbeda dari iPhone konvensional. Sejumlah pengembangan kemudian diarahkan untuk mengurangi efek lipatan sekaligus mempertahankan ketahanan panel fleksibel. Pada iPhone Duo, Apple akhirnya menggunakan layar bagian dalam berukuran 7,6 inci dengan konstruksi khusus dan lapisan nano-texture sebagai bagian dari pendekatan barunya terhadap perangkat lipat.
Engsel menjadi tantangan berikutnya yang membuat pengembangan perangkat membutuhkan waktu panjang. Komponen tersebut harus mampu dibuka dan ditutup berkali-kali tanpa mengurangi kestabilan perangkat maupun merusak layar fleksibel yang berada di atasnya. Laporan pada Mei 2026 bahkan menyebut pengujian produksi sempat menghadapi persoalan terkait reliabilitas engsel dalam penggunaan berulang. Apple kemudian menggunakan rancangan engsel presisi dengan proses manufaktur yang sangat ketat untuk perangkat finalnya. Perusahaan bahkan memanfaatkan algoritma kecerdasan buatan dalam proses pencocokan komponen engsel dengan housing agar tingkat keselarasan setiap unit dapat dikontrol. Ketahanan menjadi penting karena mekanisme bergerak memberikan tingkat kompleksitas yang tidak ditemukan pada iPhone biasa.
Apple juga mempunyai keuntungan sebagai pemain yang datang belakangan. Selama hampir satu dekade perkembangan ponsel lipat, perusahaan dapat melihat langsung berbagai masalah yang dialami perangkat pesaing dan bagaimana pasar meresponsnya. Generasi awal foldable menghadapi persoalan mulai dari ketahanan layar, lipatan yang terlihat, desain tebal, kompromi kamera, hingga daya tahan baterai. Produsen seperti Samsung dan Huawei secara bertahap memperbaiki kekurangan tersebut melalui beberapa generasi produk. Apple kemudian dapat memanfaatkan perkembangan teknologi komponen yang sudah lebih matang daripada ketika kategori ini pertama kali muncul. Strategi tersebut memungkinkan perusahaan menghindari sebagian risiko yang harus ditanggung produsen pionir ketika teknologi masih berada pada tahap awal.
Persoalan berikutnya adalah bagaimana membuat ponsel lipat memberikan manfaat nyata dan bukan sekadar menawarkan layar yang dapat ditekuk. Apple harus menyesuaikan perangkat lunak agar perubahan antara layar luar dan layar dalam terasa alami. iPhone Duo menggunakan layar luar 5,4 inci dan layar dalam 7,6 inci, dengan rasio yang dirancang agar konten dapat berpindah secara proporsional ketika perangkat dibuka. iOS 27 juga mendapatkan penyesuaian untuk memanfaatkan bentuk baru tersebut, termasuk penggunaan layar besar untuk multitasking dan menjalankan beberapa aktivitas secara bersamaan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa Apple tidak hanya mengembangkan mekanisme lipatan secara fisik. Integrasi perangkat keras dan perangkat lunak menjadi bagian penting agar bentuk baru tersebut mempunyai kegunaan dalam aktivitas sehari-hari.
Ukuran dan ketebalan juga menjadi tantangan karena ponsel lipat pada dasarnya harus menempatkan dua bagian perangkat dalam satu desain. Ketika dilipat, ketebalan dapat meningkat dan membuat perangkat kurang nyaman dibawa. Apple mencoba mengatasinya dengan membuat iPhone Duo sangat tipis ketika berada dalam kondisi terbuka sekaligus menggunakan material titanium untuk menjaga kekuatan struktur. Di dalamnya terdapat arsitektur baterai ganda dan sistem pendinginan yang dirancang khusus agar komponen tetap dapat bekerja pada ruang terbatas. Tantangan tersebut menunjukkan bahwa membuat perangkat lipat bukan hanya persoalan menciptakan layar fleksibel. Hampir seluruh tata letak internal perangkat harus disesuaikan dengan struktur yang terbagi menjadi dua bagian.
Apple juga menunggu hingga pasar ponsel lipat menunjukkan arah yang lebih jelas. Meski sudah tersedia selama bertahun-tahun, foldable masih merupakan kategori kecil dibandingkan ponsel konvensional. Pada 2026, Samsung masih menjadi pemain terbesar dalam kategori tersebut, disusul Huawei, sementara secara keseluruhan ponsel lipat belum mendominasi penjualan smartphone global. Kondisi tersebut memberikan Apple waktu untuk menilai apakah bentuk lipat hanya menjadi tren sementara atau berkembang menjadi kategori premium yang mempunyai pasar berkelanjutan. Masuk terlalu cepat dapat membuat perusahaan menghabiskan sumber daya besar pada teknologi yang belum siap diterima secara luas. Sebaliknya, masuk ketika ekosistem sudah berkembang memberikan kesempatan untuk menawarkan produk yang lebih matang.
Harga juga memperlihatkan bahwa iPhone Duo belum ditujukan sebagai perangkat untuk seluruh pengguna iPhone. Perangkat tersebut dibanderol mulai 1.999 dolar AS, menjadikannya salah satu iPhone paling mahal yang pernah ditawarkan Apple. Harga tinggi tersebut mencerminkan kompleksitas komponen layar fleksibel, engsel, struktur titanium, dan berbagai teknologi yang digunakan. Apple tampaknya memilih memperkenalkan teknologi lipat terlebih dahulu di segmen premium sebelum kemungkinan memperluasnya pada generasi berikutnya. Strategi seperti ini memberikan kesempatan untuk melihat respons pasar sekaligus meningkatkan skala produksi secara bertahap. iPhone Duo dijadwalkan mulai tersedia pada 23 Oktober 2026 setelah periode pemesanan awal dibuka pada 16 Oktober.
Masuknya Apple juga berpotensi mengubah persaingan pasar foldable yang selama ini banyak didominasi produsen Android. Kehadiran iPhone lipat memberikan pilihan baru kepada pengguna yang sudah berada dalam ekosistem Apple tetapi sebelumnya harus beralih platform apabila menginginkan perangkat dengan layar fleksibel. Integrasi dengan layanan dan perangkat Apple lainnya dapat menjadi salah satu kekuatan utama iPhone Duo dibandingkan hanya mengandalkan bentuk perangkat. Pada saat bersamaan, persaingan dapat mendorong produsen lain meningkatkan kualitas layar, mengurangi ketebalan, memperkuat engsel, dan menekan harga. Sejumlah analis memperkirakan kehadiran Apple dapat membantu meningkatkan pengiriman ponsel lipat secara keseluruhan. Dengan demikian, keputusan Apple memasuki kategori ini dapat mempunyai dampak yang lebih luas terhadap arah industri smartphone premium.
Penundaan hampir satu dekade pada akhirnya memperlihatkan pendekatan Apple yang memilih tidak menjadi produsen pertama dalam kategori ponsel lipat. Perusahaan menggunakan waktu tersebut untuk menunggu perkembangan layar fleksibel, memperbaiki ketahanan engsel, mengoptimalkan ketebalan perangkat, serta menyiapkan pengalaman iOS yang sesuai dengan dua ukuran layar. Pengalaman para pesaing juga memberikan gambaran mengenai kelemahan yang perlu dihindari sebelum sebuah iPhone lipat diluncurkan kepada konsumen. Hasilnya adalah iPhone Duo, perangkat yang menandai perubahan desain paling besar pada keluarga iPhone dalam beberapa tahun terakhir. Namun, keberhasilan sebenarnya baru dapat dinilai setelah perangkat digunakan konsumen dalam jangka panjang, terutama terkait ketahanan layar dan engselnya. Setelah sekitar satu dekade melakukan pengembangan dan menunggu teknologi menjadi lebih matang, Apple akhirnya menilai 2026 sebagai waktu yang tepat untuk membawa konsep ponsel lipat ke dalam ekosistem iPhone.




