Jakarta, 28 Agustus 2026 – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akan menyetorkan keuntungan dari BUMN sekitar Rp120 triliun ke kas negara pada 2026. Setoran tersebut diharapkan memperkuat kondisi fiskal sekaligus membantu pemerintah menjaga defisit APBN.
Purbaya mengatakan keputusan mengenai nominal setoran tersebut telah ditetapkan dan merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto. Saat ini, pemerintah tinggal menunggu pelaksanaan pengiriman dana dari pihak Danantara.
Setoran Masuk PNBP
Purbaya menjelaskan dana Rp120 triliun tersebut akan dicatat sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) lainnya. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan penerimaan dividen BUMN pada tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata berada di kisaran Rp90 triliun.
Menurut Purbaya, peningkatan penerimaan tersebut memberikan tambahan ruang bagi pemerintah dalam mengelola anggaran negara.
“Angkanya sudah dipastikan, tinggal ditentukan kapan mau dikirim,” kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jumat (28/8/2026).
Untuk Perkuat Cadangan Fiskal
Purbaya mengatakan setoran tersebut untuk sementara dapat digunakan sebagai cadangan guna memperkuat anggaran pemerintah. Dana itu juga dapat menjadi bantalan apabila pemerintah membutuhkan tambahan pengeluaran yang tidak terduga.
Tambahan penerimaan tersebut dinilai penting karena pemerintah sebelumnya telah merevisi outlook defisit APBN 2026 menjadi sekitar Rp734,3 triliun atau 2,85 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Dengan adanya tambahan penerimaan dari Danantara, tekanan terhadap pembiayaan anggaran diharapkan dapat lebih terkendali.
Lebih Tinggi dari Dividen Sebelumnya
Purbaya membandingkan setoran Rp120 triliun dengan penerimaan dividen BUMN pada periode sebelumnya yang berada di kisaran Rp90 triliun.
Ia menilai peningkatan tersebut menunjukkan adanya tambahan keuntungan yang dapat memberikan manfaat langsung bagi keuangan negara.
“Kalau tahun-tahun sebelumnya cuma dapat Rp90 triliun dari dividen, sekarang Rp120 triliun kan bagus, meningkat,” ujar Purbaya.
Tinggal Tunggu Transfer
Meski nominal setoran telah dipastikan, dana tersebut belum seluruhnya masuk ke kas negara. Purbaya menyebut waktu pengiriman masih menunggu pelaksanaan dari Danantara.
Ia bahkan menyebut akan menanyakan kepada Kepala Danantara Rosan Roeslani mengenai waktu pengiriman dana tersebut.
Pemerintah sebelumnya memang telah membahas rencana menarik sebagian keuntungan Danantara untuk kembali masuk ke APBN sebagai cadangan fiskal. Rencana tersebut merupakan gagasan Presiden Prabowo.
Berharap Keuntungan Meningkat
Purbaya berharap kinerja Danantara dapat terus berkembang sehingga keuntungan yang dapat diberikan kepada negara juga meningkat pada masa mendatang.
Menurutnya, semakin besar keuntungan yang diperoleh BUMN dan dikelola secara optimal, semakin besar pula ruang pemerintah untuk memperkuat penerimaan tanpa harus meningkatkan tekanan pembiayaan melalui utang.
“Jadi pemerintah tidak rugi, pendapatan malah bertambah. Saya harap ke depan untungnya bisa lebih besar lagi,” kata Purbaya.
Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Danantara akan menyetor sekitar Rp120 triliun keuntungan BUMN ke kas negara pada 2026. Dana tersebut akan dicatat sebagai PNBP lainnya dan diarahkan sebagai cadangan untuk memperkuat anggaran serta membantu menjaga defisit APBN 2026 pada level 2,85 persen terhadap PDB.




