Jakarta, 10 Mei 2026 – Suasana kerukunan antarumat beragama di Surabaya kembali terlihat menjelang perayaan Imlek. Masyarakat dari berbagai latar belakang agama dan budaya tampak hidup berdampingan dengan harmonis, menciptakan suasana penuh toleransi di sejumlah kawasan kota.
Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, berbagai aktivitas persiapan mulai terlihat di klenteng dan pusat kegiatan masyarakat Tionghoa. Namun menariknya, semangat kebersamaan juga tampak dari keterlibatan warga lintas agama yang ikut membantu menjaga keamanan, kebersihan, hingga kelancaran kegiatan masyarakat menjelang perayaan tersebut.
Surabaya selama ini dikenal sebagai salah satu kota dengan kehidupan masyarakat yang beragam dan memiliki sejarah panjang toleransi antarumat beragama. Kondisi tersebut tercermin dari hubungan sosial masyarakat yang tetap terjaga meski berasal dari latar belakang budaya dan keyakinan yang berbeda.
Pengamat sosial menilai momen perayaan keagamaan seperti Imlek sering menjadi gambaran nyata tentang kuatnya nilai toleransi di tengah masyarakat Indonesia. Kehadiran warga dari berbagai agama dalam menjaga suasana damai menunjukkan bahwa kerukunan tidak hanya sebatas simbol, tetapi juga terlihat dalam kehidupan sehari-hari.
Selain kegiatan ibadah, suasana menjelang Imlek di Surabaya juga dipenuhi aktivitas budaya dan ekonomi. Kawasan pertokoan dan pusat kuliner mulai ramai dikunjungi warga yang mencari kebutuhan perayaan, sementara ornamen khas Imlek menghiasi sejumlah sudut kota dan pusat perbelanjaan.
Tokoh masyarakat setempat berharap suasana harmonis yang terbangun menjelang Imlek dapat terus dipertahankan sebagai bagian dari identitas kota yang menghargai keberagaman. Menurut mereka, toleransi dan rasa saling menghormati menjadi modal penting dalam menjaga persatuan masyarakat di tengah kehidupan perkotaan yang semakin dinamis.
Melalui suasana kebersamaan tersebut, Surabaya kembali menunjukkan potret kehidupan masyarakat yang mampu menjaga kerukunan di tengah perbedaan. Momen Imlek pun tidak hanya menjadi perayaan bagi satu kelompok masyarakat, tetapi juga menjadi simbol persaudaraan dan toleransi yang hidup di tengah keberagaman Indonesia.







