Jakarta, 16 September 2026 – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan kembali menggelar aksi pemadaman lampu selama satu jam pada Sabtu malam sebagai bagian dari upaya penghematan energi dan pengurangan emisi karbon. Pemadaman dijadwalkan berlangsung mulai pukul 20.30 hingga 21.30 WIB dengan menyasar sejumlah bangunan milik pemerintah, fasilitas publik, gedung komersial, serta penerangan jalan di beberapa kawasan Ibu Kota. Kegiatan tersebut dilakukan secara serentak di lima wilayah kota administrasi Jakarta dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan masyarakat. Lampu yang tidak berkaitan langsung dengan pelayanan vital akan menjadi sasaran utama pemadaman. Sementara fasilitas yang membutuhkan penerangan untuk keselamatan, keamanan, dan pelayanan masyarakat tetap dapat beroperasi seperti biasa. Masyarakat dan pengelola gedung swasta juga diajak berpartisipasi dengan mematikan lampu serta perangkat elektronik yang tidak diperlukan selama pelaksanaan kegiatan.
Pemadaman lampu menjadi salah satu kegiatan yang secara berkala dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penghematan energi. Selama satu jam, konsumsi listrik diharapkan dapat ditekan sekaligus memberikan gambaran mengenai kontribusi sederhana yang dapat dilakukan masyarakat dalam mengurangi penggunaan energi. Pemerintah daerah menilai kebiasaan hemat listrik tidak seharusnya hanya dilakukan ketika kegiatan berlangsung. Penggunaan perangkat elektronik secara efisien dapat diterapkan setiap hari di rumah, perkantoran, pusat perdagangan, maupun fasilitas lainnya. Langkah sederhana tersebut apabila dilakukan secara luas dapat menghasilkan penghematan energi yang lebih besar. Kegiatan pemadaman juga menjadi bagian dari kampanye untuk mendorong gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.
Sejumlah gedung pemerintahan tingkat provinsi dan kota akan masuk dalam pelaksanaan pemadaman. Kompleks Balai Kota DKI Jakarta menjadi salah satu lokasi yang lampunya akan dipadamkan selama kegiatan berlangsung. Kantor wali kota di lima wilayah administrasi juga menjadi bagian dari aksi tersebut bersama sejumlah bangunan pemerintah lainnya. Namun, pemadaman dilakukan secara selektif sehingga fasilitas yang berkaitan dengan pelayanan penting tidak kehilangan penerangan yang dibutuhkan. Pemerintah memastikan operasional layanan masyarakat tetap menjadi prioritas. Pengaturan teknis dilakukan masing-masing perangkat daerah sesuai kondisi bangunan dan kebutuhan pelayanan.
Selain gedung pemerintah, penerangan pada sejumlah jalan protokol dan jalan arteri juga menjadi sasaran pemadaman. Kawasan Jalan Jenderal Sudirman dan MH Thamrin termasuk wilayah yang biasanya menjadi bagian dari aksi penghematan energi tersebut. Beberapa ruas di sekitar kawasan pusat pemerintahan, bisnis, dan perdagangan juga dapat mengalami pengurangan penerangan. Meski demikian, pemadaman tidak dilakukan terhadap seluruh lampu tanpa mempertimbangkan kondisi lalu lintas. Penerangan pada lokasi yang dinilai penting bagi keselamatan pengguna jalan dapat tetap dipertahankan. Masyarakat yang beraktivitas pada Sabtu malam karena itu tetap diminta memperhatikan kondisi lingkungan dan mengikuti pengaturan yang berlaku.
Sejumlah ikon dan bangunan publik Jakarta juga menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut. Pemadaman lampu pada bangunan tertentu memberikan efek visual yang lebih mudah terlihat masyarakat dibandingkan pengurangan konsumsi listrik di dalam gedung. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat pesan mengenai penghematan energi dan kepedulian terhadap lingkungan. Pengelola bangunan komersial juga didorong mengikuti kegiatan dengan mematikan pencahayaan dekoratif yang tidak diperlukan. Papan reklame dan fasilitas pencahayaan tertentu dapat ikut dikurangi selama satu jam. Namun, pelaksanaannya tetap menyesuaikan aspek keselamatan serta kebutuhan operasional masing-masing lokasi.
Di Jakarta Pusat, pemadaman mencakup sejumlah kawasan strategis yang mempunyai konsentrasi gedung perkantoran dan aktivitas komersial tinggi. Kawasan sekitar Balai Kota, Jalan Medan Merdeka, serta sejumlah ruas utama menjadi bagian yang mendapatkan perhatian. Jakarta Selatan juga mempunyai beberapa koridor bisnis yang dapat berpartisipasi, termasuk kawasan Sudirman dan sekitarnya. Di Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Jakarta Timur, pemadaman dilakukan pada bangunan pemerintah serta titik-titik yang telah ditentukan masing-masing wilayah. Koordinasi diperlukan karena karakter setiap kawasan berbeda. Beberapa lokasi mempunyai aktivitas masyarakat yang tetap tinggi pada malam hari sehingga keselamatan menjadi pertimbangan utama.
Fasilitas pelayanan publik yang bersifat vital tidak menjadi sasaran pemadaman menyeluruh. Rumah sakit, puskesmas yang memberikan pelayanan malam, kantor kepolisian, pemadam kebakaran, serta fasilitas lain yang membutuhkan pasokan listrik secara terus-menerus tetap menjalankan operasional. Lampu lalu lintas juga tidak termasuk perangkat yang dapat dimatikan karena mempunyai fungsi langsung terhadap keselamatan pengguna jalan. Demikian pula penerangan pada lokasi tertentu yang dianggap mempunyai risiko apabila berada dalam kondisi gelap. Kebijakan tersebut membuat aksi penghematan energi tidak mengganggu fungsi utama kota. Pemadaman lebih diarahkan kepada pencahayaan yang dapat dihentikan sementara tanpa menimbulkan risiko.
Pemprov DKI juga mengajak masyarakat melakukan tindakan serupa dari rumah masing-masing. Warga dapat mematikan lampu di ruangan yang tidak digunakan serta mencabut perangkat elektronik yang tidak diperlukan. Pendingin udara, televisi, komputer, dan perangkat lainnya dapat menjadi bagian dari penghematan apabila memang tidak sedang digunakan. Namun, masyarakat tidak diwajibkan mematikan seluruh perangkat apabila berkaitan dengan kebutuhan keselamatan maupun aktivitas penting. Tujuan utama kegiatan adalah membangun kebiasaan menggunakan energi secara lebih bijaksana. Partisipasi sukarela dari rumah tangga dapat memperluas dampak kegiatan di luar fasilitas milik pemerintah.
Penghematan listrik mempunyai hubungan dengan upaya menekan emisi karena sebagian pasokan energi masih berasal dari pembangkit berbahan bakar fosil. Ketika konsumsi listrik dapat dikurangi, kebutuhan produksi energi pada periode tertentu juga dapat mengalami penurunan. Pemadaman selama satu jam memang hanya memberikan dampak terbatas apabila dilihat sebagai kegiatan tunggal. Namun, pemerintah memandang kegiatan tersebut terutama sebagai kampanye perubahan perilaku. Kesadaran masyarakat untuk mengurangi penggunaan listrik secara rutin dinilai dapat memberikan dampak yang lebih berkelanjutan. Penghematan energi juga dapat membantu masyarakat mengendalikan biaya listrik dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat mengenai besarnya konsumsi energi sebuah kota dengan aktivitas selama hampir 24 jam seperti Jakarta. Gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, hotel, apartemen, fasilitas transportasi, dan berbagai infrastruktur membutuhkan listrik dalam jumlah besar. Pertumbuhan aktivitas ekonomi juga dapat meningkatkan kebutuhan energi pada masa mendatang. Efisiensi karena itu menjadi salah satu pendekatan yang dapat dilakukan tanpa harus mengurangi produktivitas. Penggunaan teknologi pencahayaan hemat energi, pengaturan pendingin ruangan, serta manajemen konsumsi listrik dapat diterapkan secara lebih luas. Perubahan teknologi tersebut dapat melengkapi kampanye penghematan melalui pemadaman lampu.
Pengelola gedung swasta mempunyai peranan penting karena sebagian besar bangunan dengan konsumsi listrik besar di Jakarta berada di sektor komersial. Pusat perbelanjaan, hotel, gedung perkantoran, restoran, dan kawasan bisnis dapat melakukan penghematan dengan mengurangi pencahayaan dekoratif atau fasilitas yang tidak diperlukan. Partisipasi sektor swasta juga membuat pesan kampanye terlihat lebih luas di berbagai bagian kota. Namun, pengelola tetap harus memastikan jalur evakuasi, tangga darurat, area keamanan, dan fasilitas penting mempunyai penerangan yang memadai. Keselamatan pengunjung dan pekerja tidak boleh dikurangi demi mengikuti kegiatan simbolis. Penghematan dapat difokuskan pada bagian yang tidak mempunyai fungsi keselamatan.
Masyarakat yang berada di jalan ketika pemadaman berlangsung juga diminta tetap berhati-hati. Pengendara dapat mengalami perubahan tingkat pencahayaan di beberapa ruas sehingga kecepatan kendaraan perlu disesuaikan dengan kondisi sekitar. Pejalan kaki dan pengguna sepeda juga perlu meningkatkan kewaspadaan ketika melewati kawasan yang pencahayaannya berkurang. Lampu kendaraan harus dipastikan berfungsi dengan baik sebelum melakukan perjalanan malam. Pengaturan petugas dapat dilakukan pada titik tertentu apabila dibutuhkan untuk menjaga kelancaran aktivitas. Setelah pukul 21.30 WIB, penerangan yang sebelumnya dipadamkan akan kembali dinyalakan secara bertahap.
Pemadaman lampu selama satu jam pada Sabtu malam pada akhirnya diarahkan bukan sekadar untuk membuat sebagian Jakarta berada dalam kondisi lebih gelap. Pemprov DKI ingin menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum untuk mengingatkan masyarakat mengenai penggunaan energi secara efisien dan dampaknya terhadap lingkungan. Sejumlah gedung pemerintah, jalan utama, fasilitas publik, bangunan komersial, serta pencahayaan dekoratif menjadi bagian dari aksi yang berlangsung pukul 20.30 hingga 21.30 WIB. Fasilitas vital dan penerangan yang berkaitan dengan keselamatan tetap beroperasi sehingga pelayanan masyarakat tidak terganggu. Warga dan pelaku usaha juga dapat berpartisipasi dengan mematikan perangkat yang tidak diperlukan. Kebiasaan sederhana tersebut diharapkan dapat berlanjut setelah kegiatan selesai sehingga penghematan energi menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.




