Jakarta, 10 Mei 2026 – Provinsi Jawa Timur menjadi tuan rumah pelaksanaan Dialog Kebangsaan yang menghadirkan berbagai tokoh masyarakat, pemuka agama, akademisi, dan unsur pemerintah untuk membahas pentingnya menjaga persatuan serta kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya membangun budaya toleransi dan memperkuat komunikasi antar kelompok masyarakat sebagai kunci menjaga stabilitas sosial di tengah keberagaman bangsa.
Khofifah menjelaskan bahwa Jawa Timur selama ini dikenal memiliki tradisi kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai gotong royong dan saling menghormati antarumat beragama. Menurutnya, kerukunan tidak terbentuk secara instan, tetapi lahir dari kebiasaan hidup bersama dan sikap saling menghargai yang terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.
Jawa Timur sendiri memang dikenal sebagai salah satu wilayah dengan masyarakat yang sangat beragam, baik dari sisi budaya, agama, maupun latar belakang sosial. Kondisi tersebut membuat dialog dan komunikasi antarkelompok dinilai sangat penting untuk menjaga suasana tetap harmonis.
Pengamat sosial menilai dialog kebangsaan seperti ini memiliki peran penting dalam memperkuat persatuan nasional, terutama di tengah perkembangan media sosial dan arus informasi yang sering memunculkan potensi perpecahan apabila tidak disikapi secara bijak.
Selain membahas toleransi, forum tersebut juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam menjaga nilai kebangsaan dan semangat persatuan. Para peserta berharap budaya saling menghormati dan semangat kebhinekaan terus diwariskan kepada generasi berikutnya agar kehidupan masyarakat tetap damai dan harmonis.
Melalui dialog kebangsaan tersebut, pemerintah daerah berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kerukunan antarumat sebagai bagian dari kekuatan bangsa Indonesia yang hidup dalam keberagaman budaya dan keyakinan.







