Jakarta, 5 Mei 2026 – Wakil Menteri Dalam Negeri, John Wempi Wetipo, meminta seluruh pemerintah daerah untuk terus memperkuat kerukunan antarumat beragama di wilayah masing-masing. Ia menegaskan bahwa harmoni sosial bukan sekadar warisan, melainkan amanah yang harus dijaga bersama.
Dalam arahannya, Wamendagri menekankan pentingnya peran pemerintah daerah sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas sosial. Ia menyebut bahwa potensi konflik dapat muncul kapan saja jika tidak diantisipasi dengan pendekatan yang tepat.
Menurutnya, kerukunan umat beragama harus dibangun melalui komunikasi yang intensif, dialog terbuka, serta keterlibatan aktif tokoh masyarakat dan tokoh agama. Pendekatan ini dinilai efektif dalam meredam potensi gesekan di tengah keberagaman.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya respons cepat dari pemerintah daerah terhadap isu-isu sensitif yang berkembang di masyarakat. Penanganan yang tepat dan tidak reaktif dinilai mampu mencegah meluasnya konflik.
Wamendagri menambahkan bahwa kerukunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, dan warga menjadi kunci dalam menjaga keharmonisan.
Ia juga mendorong agar nilai-nilai toleransi terus ditanamkan melalui pendidikan dan kegiatan sosial. Upaya ini penting untuk membangun kesadaran sejak dini tentang pentingnya hidup berdampingan secara damai.
Dengan komitmen bersama, pemerintah berharap kerukunan umat beragama di Indonesia dapat terus terjaga dan menjadi kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.




