Jakarta, 11 Mei 2026 – Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, membantah anggapan bahwa indeks kerukunan umat beragama di Jawa Barat berada dalam kondisi rendah. Menurutnya, kehidupan masyarakat di Jawa Barat selama ini tetap berjalan harmonis dan kondusif meskipun terdapat berbagai dinamika sosial yang biasa terjadi di daerah dengan jumlah penduduk besar dan beragam latar belakang budaya maupun keyakinan.
Uu menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya menjaga hubungan baik antarumat beragama melalui berbagai program pembinaan, dialog lintas agama, hingga kegiatan sosial yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Ia menilai kerukunan tidak hanya dapat diukur dari angka semata, tetapi juga dari realitas kehidupan masyarakat sehari-hari yang selama ini tetap berjalan damai dan penuh toleransi di berbagai wilayah Jawa Barat.
Pernyataan tersebut muncul setelah adanya sorotan terkait penilaian indeks kerukunan umat beragama yang memunculkan perdebatan di tengah masyarakat. Menurut Uu, Jawa Barat merupakan provinsi dengan masyarakat yang memiliki semangat gotong royong dan toleransi yang kuat sehingga tidak tepat apabila langsung disimpulkan memiliki tingkat kerukunan rendah hanya berdasarkan persepsi tertentu. Pemerintah daerah juga disebut terus memperkuat komunikasi dengan tokoh agama dan masyarakat untuk menjaga stabilitas sosial di tengah keberagaman yang ada.
Pengamat sosial menilai isu kerukunan umat beragama memang menjadi perhatian penting di daerah dengan populasi besar seperti Jawa Barat. Tingginya aktivitas sosial dan keberagaman masyarakat membuat pemerintah daerah perlu terus membangun ruang dialog dan komunikasi agar potensi gesekan sosial dapat dicegah sejak dini. Selain itu, pendekatan berbasis pendidikan toleransi dan penguatan nilai kebangsaan dinilai penting untuk menjaga keharmonisan masyarakat dalam jangka panjang.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap masyarakat tetap menjaga semangat persatuan dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang dapat memicu perpecahan. Uu juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat toleransi dan saling menghormati antarumat beragama sebagai bagian dari kehidupan sosial di Indonesia. Dengan kerja sama antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat, suasana harmonis di Jawa Barat diharapkan tetap terjaga di tengah perkembangan sosial yang terus berubah.





