Menag Serukan Tolak Ekstremisme dan Fanatisme Demi Jaga Kerukunan Nasional

Jakarta, 6 Mei 2026 – Menteri Agama menegaskan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama dan menolak segala bentuk ekstremisme serta fanatisme yang dapat mengganggu persatuan masyarakat.

Menurut Menag, kerukunan menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung pembangunan nasional. Ia menilai stabilitas sosial dan keharmonisan antarwarga sangat dibutuhkan agar proses pembangunan dapat berjalan dengan baik di berbagai daerah.

Dalam keterangannya, Menag mengingatkan bahwa sikap ekstrem dan fanatik berlebihan berpotensi memicu konflik sosial, perpecahan, hingga mengganggu kehidupan bermasyarakat yang selama ini dikenal harmonis.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, dan generasi muda untuk terus memperkuat nilai toleransi, saling menghormati, dan menjaga semangat persatuan di tengah keberagaman Indonesia.

Selain itu, pendidikan moderasi beragama disebut harus terus diperkuat agar masyarakat mampu menghadapi berbagai pengaruh negatif, termasuk penyebaran paham radikal melalui media sosial dan ruang digital.

Pemerintah, lanjut Menag, terus berupaya membangun ruang dialog dan kerja sama lintas agama guna memperkuat hubungan antarumat beragama di seluruh Indonesia.

Ia menilai kerukunan bukan hanya soal menjaga hubungan baik, tetapi juga menjadi faktor penting dalam menciptakan keamanan, meningkatkan kesejahteraan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dengan menjaga toleransi dan menolak ekstremisme, pemerintah berharap Indonesia tetap menjadi negara yang damai, aman, dan kuat dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Related Posts

Majelis Ulama Indonesia Sebut Ibadah Kurban Harus Menjadi Gerakan Kepekaan Sosial Umat

Jakarta, 17 Mei 2026 – Majelis Ulama Indonesia atau MUI menegaskan bahwa ibadah kurban tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan semata, tetapi juga harus menjadi gerakan nyata dalam membangun kepekaan…

Kementerian Agama Republik Indonesia Nilai Spirit Wahab Hasbullah Relevan untuk Perkuat Pesantren dan NKRI

Jakarta, 16 Mei 2026 – Kementerian Agama Republik Indonesia menilai semangat perjuangan dan pemikiran Wahab Hasbullah masih sangat relevan dalam memperkuat peran pesantren dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia…

You Missed

Majelis Ulama Indonesia Sebut Ibadah Kurban Harus Menjadi Gerakan Kepekaan Sosial Umat

Majelis Ulama Indonesia Sebut Ibadah Kurban Harus Menjadi Gerakan Kepekaan Sosial Umat

Dosen Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar Raih Hibah dan Tampil di Forum TESOL International Convention 2026

Dosen Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar Raih Hibah dan Tampil di Forum TESOL International Convention 2026

Kementerian Agama Republik Indonesia Salurkan Tunjangan Profesi untuk 57 Dosen Non-PNS PTKB

Kementerian Agama Republik Indonesia Salurkan Tunjangan Profesi untuk 57 Dosen Non-PNS PTKB

Kementerian Agama Republik Indonesia Nilai Spirit Wahab Hasbullah Relevan untuk Perkuat Pesantren dan NKRI

Kementerian Agama Republik Indonesia Nilai Spirit Wahab Hasbullah Relevan untuk Perkuat Pesantren dan NKRI

Program Beasiswa Master Double Degree 2026 Dibuka, Peserta Bisa Kuliah di Edinburgh atau London

Program Beasiswa Master Double Degree 2026 Dibuka, Peserta Bisa Kuliah di Edinburgh atau London

Panca Cinta-2 Mengajak Pembaca Menyelami Makna dan Kode Kehidupan di Alam Semesta

Panca Cinta-2 Mengajak Pembaca Menyelami Makna dan Kode Kehidupan di Alam Semesta