Jakarta, 9 September 2026 – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali mengalami penurunan pada perdagangan Rabu, 9 September 2026. Harga emas Antam ukuran 1 gram turun Rp17.000 menjadi Rp2.610.000 setelah pada perdagangan sehari sebelumnya berada di level Rp2.627.000 per gram. Pelemahan juga terjadi pada harga pembelian kembali atau buyback yang turun lebih dalam sebesar Rp20.000 menjadi Rp2.460.000 per gram. Pergerakan tersebut membuat investor kembali mencermati arah harga emas setelah logam mulia mengalami fluktuasi cukup tinggi sejak akhir Agustus. Harga yang tercantum dapat kembali berubah mengikuti pembaruan yang dilakukan sepanjang perdagangan.
Penurunan Rp17.000 membuat emas Antam melanjutkan koreksi setelah sehari sebelumnya juga melemah. Pada 7 September 2026, harga emas ukuran 1 gram tercatat Rp2.637.000 sebelum turun menjadi Rp2.627.000 pada 8 September. Sehari kemudian, harga kembali terkoreksi hingga menyentuh Rp2.610.000 per gram. Dengan demikian, dalam dua hari perdagangan terakhir harga emas telah berkurang Rp27.000 per gram. Pergerakan tersebut menunjukkan pasar emas domestik sedang memasuki fase koreksi setelah sebelumnya sempat berada pada level yang lebih tinggi.
Untuk pecahan terkecil 0,5 gram, harga dasar emas Antam pada Rabu berada di Rp1.355.000. Pecahan 2 gram dipasarkan seharga Rp5.160.000, sedangkan ukuran 3 gram berada di Rp7.715.000. Selanjutnya, emas 5 gram dibanderol Rp12.825.000 dan pecahan 10 gram mencapai Rp25.595.000. Harga tersebut merupakan harga dasar sebelum memperhitungkan komponen pajak yang berlaku dalam transaksi pembelian. Perbedaan harga per gram pada setiap ukuran terjadi karena struktur biaya produksi dan pencetakan emas batangan tidak selalu sama untuk seluruh pecahan.
Pada ukuran yang lebih besar, emas Antam 25 gram dibanderol Rp63.862.000 dan pecahan 50 gram berada di Rp127.645.000. Untuk ukuran 100 gram, harga dasarnya mencapai Rp255.212.000, sementara pecahan 250 gram dijual Rp637.765.000. Emas ukuran 500 gram tercatat Rp1.275.320.000 dan ukuran terbesar 1.000 gram atau satu kilogram mencapai Rp2.550.600.000. Harga per gram pada pecahan besar biasanya lebih rendah dibandingkan pecahan kecil karena terdapat perbedaan biaya pencetakan dan pengemasan. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan konsumen ketika menentukan ukuran emas yang akan dibeli.
Perhatian investor tidak hanya tertuju pada harga jual, tetapi juga harga buyback. Pada perdagangan hari ini, nilai pembelian kembali emas Antam berada di Rp2.460.000 per gram, turun Rp20.000 dibandingkan posisi sebelumnya Rp2.480.000. Dengan harga jual 1 gram Rp2.610.000, terdapat selisih sekitar Rp150.000 antara harga pembelian dan buyback. Selisih tersebut perlu diperhitungkan terutama bagi investor yang berencana membeli emas untuk jangka pendek. Harga emas harus mengalami kenaikan setidaknya cukup besar untuk menutup selisih tersebut sebelum pemegang emas memperoleh keuntungan dari transaksi jual kembali.
Untuk transaksi pembelian, harga dasar emas Antam juga akan mendapatkan tambahan Pajak Penghasilan sesuai ketentuan yang berlaku. Harga pecahan 1 gram setelah tambahan PPh 0,25 persen tercatat sekitar Rp2.616.525. Pecahan 0,5 gram menjadi sekitar Rp1.358.388, sementara ukuran 2 gram menjadi sekitar Rp5.172.900. Pada pecahan 10 gram, harga setelah komponen pajak berada di kisaran Rp25.658.988. Karena itu, calon pembeli perlu memperhatikan perbedaan antara harga dasar yang diumumkan dengan jumlah akhir yang harus dibayarkan ketika melakukan transaksi.
Ketentuan berbeda berlaku ketika pemilik emas melakukan transaksi buyback. Penjualan kembali emas batangan dengan nilai transaksi tertentu dapat dikenakan Pajak Penghasilan sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku. Pajak tersebut dipotong langsung dari total nilai transaksi sehingga jumlah bersih yang diterima pemilik emas dapat berbeda dari perhitungan sederhana harga buyback dikalikan berat emas. Faktor pajak menjadi semakin relevan ketika nilai transaksi mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Investor karena itu perlu memperhitungkan seluruh komponen biaya sebelum menentukan waktu menjual emas.
Pergerakan emas Antam tidak terlepas dari perkembangan harga emas di pasar internasional. Harga emas dunia mengalami tekanan setelah sebelumnya berada pada level tinggi, sehingga memberikan sentimen terhadap harga emas domestik. Perubahan harga emas global biasanya diteruskan ke pasar Indonesia dengan mempertimbangkan sejumlah faktor lain. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menjadi salah satu komponen penting karena harga emas internasional diperdagangkan menggunakan dolar AS. Kombinasi perubahan harga global dan kurs rupiah dapat membuat pergerakan emas Antam berbeda dalam besaran tertentu dibandingkan emas dunia.
Koreksi harga dalam beberapa hari terakhir juga memperlihatkan karakter emas sebagai instrumen investasi yang tetap dapat mengalami volatilitas. Meski sering digunakan untuk menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang, harga emas tidak selalu bergerak naik setiap hari. Investor yang membeli ketika harga berada pada level tinggi dapat menghadapi penurunan nilai sementara apabila pasar memasuki fase koreksi. Sebaliknya, pelemahan harga dapat dipandang sebagai kesempatan melakukan pembelian bertahap oleh investor yang mempunyai horizon investasi panjang. Keputusan tersebut tetap perlu disesuaikan dengan tujuan, kemampuan keuangan, dan toleransi risiko masing-masing.
Pergerakan selama awal September menunjukkan harga emas Antam beberapa kali mengalami perubahan cukup cepat. Harga 1 gram tercatat berada di Rp2.664.000 pada 1 September, kemudian turun menjadi Rp2.624.000 sehari berikutnya. Pada 3 September, harga kembali naik menjadi Rp2.639.000 dan kemudian mencapai Rp2.670.000 pada 4 September. Setelah itu, harga turun menjadi Rp2.640.000 pada 5 dan 6 September sebelum kembali melemah menjadi Rp2.637.000 pada 7 September. Koreksi berlanjut hingga Rp2.627.000 pada 8 September dan akhirnya mencapai Rp2.610.000 pada perdagangan hari ini.
Fluktuasi tersebut membuat investor perlu menghindari keputusan yang hanya didasarkan pada pergerakan harga satu hari. Emas memiliki karakter berbeda dibandingkan instrumen investasi yang menghasilkan pendapatan berkala seperti deposito atau obligasi. Keuntungan pemegang emas terutama berasal dari kenaikan harga ketika aset tersebut dijual kembali. Adanya selisih harga jual dan buyback membuat periode kepemilikan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan. Semakin pendek periode investasi, semakin besar pengaruh selisih tersebut terhadap potensi hasil yang diperoleh.
Dengan penurunan Rp17.000 pada Rabu, harga emas Antam ukuran 1 gram kini berada di Rp2.610.000, sementara buyback turun Rp20.000 menjadi Rp2.460.000 per gram. Koreksi tersebut melanjutkan tren pelemahan yang terlihat dalam beberapa hari terakhir setelah harga sempat mencapai Rp2.670.000 pada awal bulan. Meski mengalami penurunan, pergerakan emas masih sangat bergantung pada dinamika pasar global dan nilai tukar rupiah sehingga perubahan dapat kembali terjadi sewaktu-waktu. Investor yang ingin melakukan transaksi perlu memperhatikan harga terbaru sebelum membeli maupun menjual emas. Perhitungan pajak, selisih harga buyback, serta tujuan investasi juga tetap menjadi faktor penting agar keputusan tidak hanya didasarkan pada pergerakan harga jangka pendek.





