Jakarta, 4 Mei 2026 – Staf Khusus Menteri Agama menegaskan pentingnya pelayanan keumatan yang inklusif saat melakukan kunjungan ke Vihara Punna Karya. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat semangat toleransi dan kebersamaan antarumat beragama.
Dalam kesempatan tersebut, Stafsus Menag menekankan bahwa pelayanan keagamaan harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang. Prinsip inklusivitas dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga keharmonisan sosial.
Ia juga mengapresiasi peran vihara sebagai tempat ibadah yang tidak hanya berfungsi untuk kegiatan spiritual, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Kehadiran lembaga keagamaan diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
Selain itu, dialog dengan pengurus vihara dan masyarakat setempat dilakukan untuk menyerap aspirasi serta memahami kebutuhan yang dihadapi dalam pelayanan keumatan. Pendekatan ini dinilai penting untuk memastikan kebijakan yang diambil dapat tepat sasaran.
Pemerintah melalui Kementerian Agama berkomitmen untuk terus mendorong terciptanya ruang keagamaan yang aman, nyaman, dan terbuka bagi semua. Upaya ini sejalan dengan nilai-nilai kebhinekaan yang menjadi dasar kehidupan berbangsa.
Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan komunitas keagamaan dalam membangun masyarakat yang harmonis, inklusif, dan saling menghormati.




