Jakarta, 29 Mei 2026 – Jika banyak perhatian tertuju pada para penyerang muda seperti Lamine Yamal, maka sosok Pau Cubarsí layak disebut sebagai salah satu wonderkid paling menarik di 2026 FIFA World Cup. Bek tengah milik FC Barcelona itu berkembang sangat cepat dalam dua musim terakhir hingga menjadi bagian penting dari lini pertahanan Spain national football team. Di usia yang masih sangat muda, Cubarsí sudah dipercaya tampil di berbagai pertandingan besar bersama Barcelona maupun tim nasional senior Spanyol. Banyak pengamat menilai dirinya sebagai salah satu bek muda terbaik yang muncul dari akademi legendaris La Masia dalam satu dekade terakhir.
Perjalanan Cubarsí menuju level elite berlangsung sangat cepat. Setelah mendapat kesempatan debut di tim utama Barcelona pada 2024, ia langsung menunjukkan kematangan yang tidak biasa untuk pemain seusianya. Kemampuannya membaca permainan, menjaga posisi, serta ketenangan saat menguasai bola membuatnya cepat mendapatkan tempat di skuad utama. Bahkan ia sempat mencatat rekor sebagai salah satu bek termuda yang tampil di fase gugur Liga Champions bersama Barcelona. Perkembangan pesat tersebut membuat pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, tidak ragu memberinya kesempatan di level internasional.
Yang membuat Cubarsí istimewa bukan hanya kemampuan bertahannya. Ia merupakan prototipe bek modern yang mampu membangun serangan dari lini belakang dengan akurasi umpan yang tinggi. Banyak pihak membandingkan gaya bermainnya dengan bek-bek elite yang mengandalkan kecerdasan taktik dibanding kekuatan fisik semata. Meski tidak memiliki postur paling besar untuk ukuran bek tengah, Cubarsí mampu menutup kekurangan tersebut melalui positioning, antisipasi, dan ketenangan saat menghadapi tekanan lawan. Kemampuan inilah yang membuatnya sangat cocok dengan filosofi permainan Barcelona dan tim nasional Spanyol.
Menjelang Piala Dunia 2026, nama Cubarsí resmi masuk dalam skuad Spanyol yang dipersiapkan untuk bersaing memperebutkan gelar juara dunia. Ia menjadi bagian dari generasi baru La Furia Roja yang dihuni banyak pemain muda berbakat seperti Lamine Yamal, Pedri, dan Gavi. Kehadiran pemain-pemain Barcelona dalam jumlah besar menunjukkan betapa kuatnya pengaruh La Masia terhadap masa depan tim nasional Spanyol saat ini. Cubarsí sendiri mengaku tidak melihat Spanyol sebagai favorit mutlak, namun yakin timnya memiliki kualitas untuk melaju jauh dalam turnamen.
Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi panggung terbesar dalam karier Pau Cubarsí sejauh ini. Jika mampu mempertahankan performanya dan tampil konsisten di bawah tekanan turnamen besar, namanya bisa semakin mengukuhkan status sebagai salah satu bek muda terbaik dunia. Banyak pencari bakat dan pengamat sepak bola melihat turnamen ini sebagai kesempatan bagi Cubarsí untuk memperlihatkan kualitasnya kepada dunia yang lebih luas. Dari akademi La Masia hingga panggung Piala Dunia, perjalanan sang bek muda menunjukkan bahwa Spanyol kembali memiliki calon pemimpin baru di lini belakang.




