Jakarta, 8 Juni 2026 – Seorang wasit asal Somalia menunjukkan sikap sportif dan penuh ketegaran setelah dipastikan tidak masuk dalam daftar perangkat pertandingan yang akan bertugas pada Piala Dunia 2026. Meski harus mengubur impiannya tampil di ajang sepak bola terbesar dunia, ia mengaku menerima keputusan tersebut dengan lapang dada dan tetap bangga atas perjalanan karier yang telah dijalaninya hingga mencapai level internasional. Baginya, kesempatan untuk bersaing dalam proses seleksi FIFA saja sudah menjadi pencapaian besar yang patut disyukuri.
Perjalanan wasit tersebut menuju level tertinggi sepak bola dunia tidaklah mudah. Berasal dari negara yang masih menghadapi berbagai tantangan dalam pengembangan olahraga, ia harus bekerja keras selama bertahun-tahun untuk mendapatkan pengakuan di tingkat regional maupun internasional. Melalui berbagai kompetisi Afrika dan turnamen antarfederasi, namanya perlahan mulai dikenal sebagai salah satu perangkat pertandingan yang memiliki kualitas dan integritas tinggi. Karena itu, peluang tampil di Piala Dunia 2026 sempat menjadi target besar yang ingin diwujudkan dalam kariernya.
Meski akhirnya gagal lolos dalam daftar akhir yang ditetapkan FIFA, ia menegaskan tidak memiliki rasa kecewa yang berlebihan. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan bagian dari proses profesional yang harus dihormati. FIFA memiliki standar dan kriteria yang sangat ketat dalam memilih wasit untuk bertugas di Piala Dunia, sehingga setiap keputusan yang diambil merupakan hasil evaluasi menyeluruh terhadap performa dan kesiapan para kandidat. Sikap menerima hasil seleksi dengan positif dinilai mencerminkan profesionalisme yang selama ini menjadi ciri khasnya.
Selain menerima kenyataan dengan ikhlas, wasit Somalia tersebut juga berharap pengalamannya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda di negaranya. Ia ingin menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti bermimpi. Dengan kerja keras, dedikasi, dan konsistensi, seseorang tetap memiliki kesempatan untuk menembus level tertinggi dalam dunia olahraga internasional. Pesan tersebut dianggap penting karena sepak bola di Somalia terus berkembang dan membutuhkan lebih banyak figur panutan baik di dalam maupun di luar lapangan.
Meskipun tidak akan bertugas pada Piala Dunia 2026, kariernya sebagai wasit internasional diperkirakan masih akan terus berlanjut. Ia tetap berkomitmen untuk memimpin pertandingan dengan profesional dan berkontribusi bagi perkembangan sepak bola Afrika. Banyak pihak memberikan apresiasi atas sikap dewasa yang ditunjukkannya dalam menghadapi kegagalan. Bagi dirinya, tidak tampil di Piala Dunia bukanlah akhir perjalanan, melainkan bagian dari pengalaman yang akan memperkuat semangat untuk terus berkembang dan memberikan yang terbaik bagi dunia sepak bola.




