Jakarta, 24 September 2026 – Nama Achmad Resal Octavian menjadi sorotan setelah video perselisihannya dengan pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong (STY), beredar luas di media sosial. Insiden terjadi ketika Persija menghadapi Java United pada pekan ketiga Super League 2026/2027 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu, 19 September 2026. Dalam rekaman tersebut, Resal yang menjabat Direktur Teknik Java United terdengar mengatakan kepada Shin Tae-yong bahwa pelatih asal Korea Selatan itu merupakan “pendatang”. Perselisihan tersebut kemudian menjadi polemik dan telah dibawa Persija ke Komite Disiplin PSSI.
Achmad Resal Octavian lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada 6 Oktober 1993. Sebelum menduduki posisi Direktur Teknik Java United, Resal telah menjalani berbagai peran di sepak bola Indonesia, mulai dari pemain hingga masuk ke jajaran kepelatihan. Ia pernah menjadi staf pelatih, asisten pelatih, serta pelatih interim sebelum melanjutkan karier sebagai direktur teknik. Operator kompetisi juga mencatat Achmad Resal Octavian sebagai Direktur Teknik Java United pada musim 2026/2027.
Perjalanan sepak bola Resal dimulai sejak usia muda melalui program Sociedad Anónima Deportiva (SAD) Indonesia di Uruguay. Program tersebut menjadi salah satu jalur pembinaan pemain muda Indonesia dengan membawa sejumlah pemain berbakat untuk memperoleh pengalaman sepak bola di Uruguay. Resal berada dalam program itu bersama sejumlah pemain muda Indonesia lainnya, termasuk Alfin Tuasalamony. Setelah kembali ke Tanah Air, ia melanjutkan perjalanan sebagai pemain dan sempat memperkuat PSIS Semarang.
Sementara untuk pendidikan formalnya, informasi mengenai sekolah maupun perguruan tinggi yang pernah ditempuh Resal belum banyak tersedia dalam sumber publik yang terverifikasi. Riwayat pendidikan yang lebih jelas justru berasal dari jalur sepak bola melalui program SAD Indonesia di Uruguay serta pendidikan kepelatihan. Data terbaru menyebut Resal telah mengantongi lisensi kepelatihan A AFC dan terpilih mengikuti kursus lisensi AFC Pro pada 2026. Lisensi tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan profesionalnya setelah beralih dari pemain menuju dunia kepelatihan.
Karier kepelatihan Resal mulai berkembang ketika ia masuk dalam jajaran staf PSIS Semarang sejak 2018. Ia kemudian mendapatkan kesempatan menjadi pelatih interim PSIS pada Agustus 2022. Pengalaman di klub asal Semarang tersebut memperluas perannya dari mantan pemain menjadi sosok yang terlibat langsung dalam penyusunan strategi dan pengelolaan tim. Resal selanjutnya meninggalkan PSIS dan melanjutkan perjalanan profesionalnya bersama klub yang ketika itu masih bernama Malut United.
Pada 2023, Resal bergabung dengan Malut United sebagai asisten pelatih dan bekerja bersama Imran Nahumarury. Klub tersebut kemudian mengalami perubahan identitas menjelang musim 2026/2027 dengan berganti nama menjadi Java United dan memindahkan markas dari Ternate ke Semarang. Setelah transformasi klub tersebut, Resal menempati posisi Direktur Teknik Java United. Jabatan itu membuatnya bertanggung jawab pada aspek teknis klub di luar peran pelatih kepala yang menangani tim secara langsung.
Nama Resal kemudian menjadi pembicaraan setelah pertandingan Java United melawan Persija. Persija memenangkan pertandingan tersebut dengan skor 1-0 melalui gol Arlyansyah Abdulmanan. Dalam situasi panas di pinggir lapangan, Resal terlihat mendekati area bangku cadangan Persija dan terdengar mengatakan, “Kamu di sini itu pendatang! Ini daerah saya,” kepada Shin Tae-yong. Petugas keamanan kemudian terlihat memisahkan pihak-pihak yang terlibat dalam ketegangan tersebut.
Persija merespons insiden tersebut dengan membawa persoalan ke Komite Disiplin PSSI dan memberikan dukungan kepada Shin Tae-yong. Java United juga telah mengeluarkan pernyataan resmi dengan menyayangkan kericuhan yang terjadi dalam pertandingan. Klub menyatakan menyerahkan proses penyelesaian insiden sepenuhnya kepada Komdis PSSI agar penyebab dan pemicu kejadian dapat diperiksa sebelum keputusan dibuat. Karena proses disiplin masih berjalan, konsekuensi resmi terhadap Resal belum dapat disimpulkan sebelum terdapat keputusan dari otoritas kompetisi.
Kontroversi tersebut membuat perjalanan Resal sebagai pelatih dan pejabat teknis klub ikut mendapat perhatian. Sebelum insiden dengan Shin Tae-yong, pria kelahiran Semarang itu telah membangun pengalaman dari program pembinaan di Uruguay, menjadi pemain PSIS, masuk jajaran staf kepelatihan PSIS, hingga bekerja bersama Malut United. Pengalamannya kemudian membawanya menjadi Direktur Teknik Java United pada usia yang relatif muda untuk posisi tersebut. Riwayat itu menunjukkan sebagian besar rekam pendidikan profesional Resal yang tersedia secara publik memang berpusat pada sepak bola dan kepelatihan.
Dengan demikian, informasi terverifikasi mengenai pendidikan formal Achmad Resal Octavian masih terbatas, sehingga tidak tepat menyebut sekolah atau perguruan tinggi tertentu tanpa bukti yang memadai. Riwayat yang dapat ditelusuri menunjukkan dirinya merupakan jebolan pembinaan SAD Indonesia di Uruguay dan kemudian menempuh jenjang lisensi kepelatihan AFC. Saat ini, ia tercatat sebagai Direktur Teknik Java United dan memiliki lisensi A AFC. Sementara polemik ucapannya terhadap Shin Tae-yong masih menunggu penanganan melalui mekanisme Komite Disiplin PSSI.





