Jakarta, 21 September 2026 – Marsha Timothy mengaku harus menghadapi perjalanan emosional yang cukup berat ketika membintangi film terbarunya, Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?. Bahkan sebelum proses syuting dimulai, Marsha sudah terbawa perasaan sejak pertama kali membaca naskah. Cerita mengenai hubungan seorang ibu dengan anak perempuannya membuat aktris berusia 47 tahun tersebut langsung membayangkan buah hatinya sendiri. Kedekatan personal itu membuat karakter Stella yang diperankannya terasa lebih dari sekadar tokoh dalam film. Marsha bahkan menggambarkan perasaannya seperti sesak ketika membaca perjalanan karakter tersebut dari awal. Emosi itu kemudian menjadi salah satu bekalnya untuk menghidupkan Stella di depan kamera.
Dalam film arahan sutradara Herwin Novianto tersebut, Marsha berperan sebagai Stella, seorang ibu tunggal yang bekerja sebagai perancang gaun pengantin. Stella menjalani kehidupan bersama putrinya, Rere, yang diperankan Fara Shakila. Kehidupan mereka berubah drastis ketika Stella didiagnosis menderita kanker stadium akhir. Mengetahui waktu yang dimilikinya semakin terbatas, Stella mulai memikirkan bagaimana kehidupan Rere ketika dirinya sudah tidak dapat mendampingi sang anak. Ia kemudian berusaha mempersiapkan putrinya agar mampu menjalani kehidupan secara mandiri. Situasi inilah yang menjadi sumber konflik sekaligus kekuatan emosional utama film tersebut.
Marsha mengaku sulit memisahkan pengalaman pribadinya sebagai seorang ibu ketika mendalami karakter Stella. Ia juga memiliki anak perempuan sehingga pertanyaan mengenai bagaimana rasanya meninggalkan seorang anak menjadi sesuatu yang terasa sangat dekat. Marsha mencoba membayangkan apa yang akan dilakukan apabila dirinya benar-benar berada dalam posisi Stella dan hanya memiliki waktu terbatas. Proses tersebut membuat emosi karakter berkembang secara alami sejak tahap membaca skenario. Ia tidak hanya berusaha memahami kesedihan Stella, tetapi juga ketakutan seorang ibu mengenai masa depan anaknya. Kedekatan tersebut membuat sejumlah adegan membutuhkan energi emosional yang besar selama proses produksi.
Di tengah kondisi kesehatannya yang semakin menurun, Stella memilih tidak hanya larut dalam kesedihan. Ia menggunakan waktu yang tersisa untuk menciptakan kenangan bersama Rere sekaligus mengajarkan berbagai hal yang akan dibutuhkan putrinya ketika dewasa. Salah satu elemen penting dalam cerita adalah keputusan Stella membuat sebuah gaun pengantin untuk masa depan Rere. Gaun tersebut menjadi simbol keinginan seorang ibu untuk tetap hadir dalam salah satu hari terpenting kehidupan anaknya meskipun secara fisik mungkin sudah tidak berada di sisinya. Stella juga meninggalkan berbagai pesan penuh kasih agar Rere tetap merasa ditemani. Konflik tersebut membuat cerita bergerak antara kesedihan, kasih sayang, dan upaya mempersiapkan perpisahan.
Beban emosional tidak hanya dirasakan Marsha ketika menjalani proses syuting. Suasana serupa terlihat ketika film tersebut diputar dalam gala premiere di Jakarta. Sejumlah penonton terlihat tidak mampu menahan air mata ketika perjalanan Stella dan Rere memasuki bagian-bagian emosional. Suasana studio yang awalnya ramai perlahan menjadi hening ketika konflik antara ibu dan anak semakin berkembang. Tangisan kemudian terdengar dari sejumlah bagian studio sepanjang pemutaran film. Marsha yang hadir dalam acara tersebut ikut merasakan kuatnya respons emosional dari penonton. Reaksi tersebut menjadi gambaran bahwa cerita keluarga yang dibawa film memiliki kedekatan dengan pengalaman banyak orang.
Marsha berharap Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu? tidak hanya membuat penonton menangis selama berada di bioskop. Ia ingin cerita Stella dan Rere membuat masyarakat kembali memikirkan hubungan mereka dengan ibu maupun anggota keluarga lainnya. Bagi Marsha, kesempatan menunjukkan kasih sayang sebaiknya tidak terus ditunda karena waktu bersama orang terdekat tidak selalu dapat diprediksi. Film tersebut diharapkan mendorong seseorang untuk menelepon, menemui, atau sekadar mengatakan rasa sayang kepada ibunya. Pesan sederhana itu justru menjadi salah satu hal yang dianggap paling penting dalam keseluruhan cerita. Karena itu, kesedihan dalam film ditempatkan sebagai jalan untuk membicarakan kasih sayang dan pentingnya kebersamaan.
Sutradara Herwin Novianto juga menempatkan hubungan keluarga sebagai pusat cerita. Film tersebut tidak semata-mata dirancang untuk menghadirkan adegan yang menguras air mata, tetapi juga mengajak penonton mengingat berbagai momen kecil bersama keluarga. Aktivitas sederhana yang sering dianggap biasa dapat terasa jauh lebih berharga ketika kesempatan untuk mengulanginya sudah tidak tersedia. Perspektif tersebut diwujudkan melalui keseharian Stella dan Rere sebelum mereka harus menghadapi kenyataan mengenai kondisi kesehatan sang ibu. Hubungan keduanya perlahan mengalami perkembangan seiring Rere mulai memahami keadaan yang sebenarnya. Perjalanan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun emosi hingga akhir cerita.
Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu? merupakan adaptasi resmi dari film Korea Selatan Wedding Dress yang dirilis pada 2010. Versi Indonesia tetap mempertahankan inti cerita mengenai hubungan ibu dan anak, tetapi dikembangkan dengan pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan keluarga Indonesia. Film produksi Falcon Pictures tersebut ditulis oleh Alim Sudio dan disutradarai Herwin Novianto. Selain Marsha Timothy dan Fara Shakila, jajaran pemainnya juga diperkuat Ivan Gunawan, Praz Teguh, Sara Wijayanto, Kiki Narendra, serta sejumlah pemeran lainnya. Film memiliki durasi sekitar 111 menit dan telah mendapatkan klasifikasi untuk penonton semua umur. Penayangannya di bioskop Indonesia dijadwalkan mulai 24 September 2026.
Keterlibatan Fara Shakila sebagai Rere juga menjadi elemen penting dalam membangun hubungan ibu dan anak di dalam cerita. Rere digambarkan harus menghadapi kenyataan yang tidak mudah ketika mengetahui kondisi ibunya. Di sisi lain, Stella berusaha tetap terlihat kuat meskipun menjalani pengobatan dan kondisi tubuhnya semakin melemah. Hubungan kedua karakter berkembang melalui berbagai momen sederhana yang perlahan memiliki arti lebih besar. Interaksi tersebut membuat Marsha harus menjaga keseimbangan antara kesedihan, ketegaran, dan kasih sayang seorang ibu. Emosi yang ditampilkan tidak selalu hadir melalui tangisan, tetapi juga melalui sikap Stella ketika berusaha menyembunyikan kekhawatirannya di hadapan anak.
Bagi Marsha Timothy, pengalaman membintangi Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu? akhirnya menjadi perjalanan yang sangat personal karena mempertemukan pekerjaannya sebagai aktris dengan kehidupannya sebagai seorang ibu. Membayangkan kemungkinan kehilangan waktu bersama anak membuat proses pendalaman karakter Stella terasa semakin berat. Namun, kedekatan emosional tersebut sekaligus membantu Marsha menghadirkan karakter yang diharapkan terasa nyata bagi penonton. Film ini membawa pesan mengenai pentingnya memanfaatkan waktu bersama orang yang dicintai sebelum kesempatan tersebut berlalu. Dengan jadwal tayang mulai 24 September 2026, kisah Stella dan Rere akan segera menyapa penonton Indonesia. Marsha berharap setelah menyaksikannya, penonton tidak hanya membawa pulang kesedihan, tetapi juga keinginan untuk lebih menghargai kehadiran ibu dan keluarga.




