Jakarta, 9 Mei 2026 – Wakil Ketua MPR mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan umat beragama menjelang pelaksanaan pemilihan umum agar suasana sosial dan politik tetap kondusif. Ia menilai perbedaan pilihan politik tidak boleh memicu perpecahan maupun konflik di tengah masyarakat yang majemuk.
Dalam keterangannya, Waket MPR menegaskan bahwa Indonesia memiliki keberagaman agama, budaya, dan suku yang menjadi kekuatan utama bangsa. Karena itu, masyarakat diminta tetap mengedepankan sikap saling menghormati dan menjaga persatuan meski menghadapi dinamika politik menjelang pemilu.
Menurutnya, masa pemilu sering menjadi periode yang rawan munculnya provokasi, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang dapat memicu ketegangan sosial. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh isu yang dapat memecah belah hubungan antarumat beragama maupun antarkelompok sosial.
Pengamat politik menilai imbauan tersebut penting karena suasana politik yang memanas terkadang dimanfaatkan pihak tertentu untuk memainkan isu identitas dan sentimen keagamaan demi kepentingan politik jangka pendek. Kondisi seperti itu dinilai berbahaya bagi stabilitas sosial dan persatuan nasional.
Waket MPR juga mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat, dan generasi muda untuk aktif menjaga suasana damai selama tahapan pemilu berlangsung. Menurutnya, peran para tokoh sangat penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat agar tetap mengedepankan etika, toleransi, dan kedewasaan dalam berpolitik.
Selain itu, masyarakat diminta lebih bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Pengamat komunikasi menjelaskan bahwa media digital sering menjadi sarana penyebaran hoaks dan provokasi politik yang dapat memperkeruh hubungan sosial di masyarakat.
Pemerintah dan lembaga terkait juga terus mengingatkan pentingnya menjaga suasana pemilu yang damai, jujur, dan demokratis tanpa mengorbankan persatuan bangsa. Kerukunan antarumat beragama dinilai menjadi salah satu fondasi utama agar proses demokrasi dapat berjalan dengan baik.
Waket MPR berharap masyarakat Indonesia dapat menunjukkan kedewasaan politik dengan tetap menjaga semangat persaudaraan dan kebangsaan selama masa pemilu berlangsung. Ia menegaskan bahwa perbedaan pilihan politik adalah hal wajar dalam demokrasi, namun persatuan dan kerukunan bangsa harus tetap menjadi prioritas utama.





