Jakarta, 6 Mei 2026 – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menekankan pentingnya pendidikan toleransi kepada anak-anak sejak usia sekolah sebagai langkah membangun karakter generasi muda yang menghargai keberagaman.
Menurut BPIP, nilai toleransi tidak cukup hanya diajarkan melalui teori di dalam kelas, tetapi juga perlu diterapkan dalam aktivitas sehari-hari agar lebih mudah dipahami dan dijalankan oleh anak-anak.
BPIP menyebut cara praktis yang dapat dilakukan antara lain membiasakan siswa bekerja sama dengan teman yang berbeda latar belakang, mengajarkan sikap saling menghormati, hingga membangun budaya diskusi yang sehat di lingkungan sekolah.
Selain itu, kegiatan sosial dan kerja kelompok lintas budaya maupun agama dinilai efektif untuk menanamkan rasa empati dan kebersamaan sejak dini.
Pendidikan toleransi dianggap semakin penting di era digital saat ini karena anak-anak sangat mudah terpapar berbagai informasi di media sosial, termasuk konten yang berpotensi memicu perpecahan dan sikap intoleran.
Karena itu, peran guru dan orang tua dinilai sangat penting dalam membimbing anak memahami nilai persatuan, menghargai perbedaan, dan menyaring informasi yang mereka terima.
BPIP juga mendorong sekolah agar menghadirkan lingkungan belajar yang inklusif dan aman sehingga siswa terbiasa hidup berdampingan tanpa memandang perbedaan suku, agama, maupun budaya.
Menurut lembaga tersebut, penguatan nilai toleransi menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan bangsa dan memperkuat karakter generasi muda Indonesia di masa depan.
Dengan pendidikan toleransi yang diterapkan secara konsisten sejak usia dini, BPIP berharap anak-anak Indonesia tumbuh menjadi pribadi yang terbuka, menghargai keberagaman, dan mampu menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.




