Jakarta, 17 Mei 2026 – Majelis Ulama Indonesia atau MUI menegaskan bahwa ibadah kurban tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan semata, tetapi juga harus menjadi gerakan nyata dalam membangun kepekaan sosial umat Islam terhadap sesama. Pernyataan tersebut disampaikan menjelang perayaan Idul Adha 1447 H yang identik dengan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dan distribusi daging kepada masyarakat. MUI menilai semangat berbagi dan kepedulian sosial yang terkandung dalam ibadah kurban sangat relevan di tengah kondisi sosial masyarakat yang masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan kesejahteraan.
Pengamat keagamaan menjelaskan bahwa kurban dalam ajaran Islam memiliki makna spiritual sekaligus sosial yang sangat kuat. Selain menjadi bentuk ketakwaan dan ketaatan kepada Tuhan, ibadah kurban juga mengajarkan pentingnya berbagi rezeki dengan masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, distribusi daging kurban setiap Idul Adha sering menjadi momen penting bagi masyarakat kurang mampu untuk merasakan manfaat kebersamaan dan perhatian sosial dari lingkungan sekitar. Nilai solidaritas dan gotong royong dalam pelaksanaan kurban juga menjadi bagian penting dari budaya sosial umat Islam di Indonesia.
MUI juga menilai pelaksanaan kurban dapat menjadi sarana memperkuat persaudaraan dan kepedulian terhadap kelompok rentan di masyarakat. Pengamat sosial menyebut meningkatnya kesenjangan ekonomi dan tantangan kehidupan modern membuat nilai empati sosial semakin penting untuk diperkuat. Dalam konteks tersebut, kurban dipandang bukan hanya ibadah individual, tetapi juga bentuk kontribusi sosial yang membantu mempererat hubungan antarwarga dan membangun semangat saling membantu di tengah masyarakat.
Selain itu, pelaksanaan ibadah kurban setiap tahun juga memiliki dampak ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat. Pengamat ekonomi syariah menjelaskan bahwa momentum Idul Adha mendorong aktivitas peternakan, perdagangan hewan kurban, hingga distribusi pangan di berbagai daerah Indonesia. Dengan pengelolaan yang baik, kegiatan kurban tidak hanya memberikan manfaat spiritual, tetapi juga membantu menggerakkan ekonomi masyarakat kecil, khususnya para peternak lokal dan pelaku usaha terkait.
Pernyataan MUI mengenai pentingnya menjadikan kurban sebagai gerakan kepekaan sosial kini menjadi pengingat bahwa nilai utama Idul Adha tidak hanya terletak pada ritual ibadah, tetapi juga pada kepedulian terhadap sesama manusia. Banyak pihak berharap momentum kurban dapat terus memperkuat solidaritas sosial dan budaya berbagi di tengah masyarakat Indonesia yang beragam. Di tengah tantangan sosial dan ekonomi yang masih dihadapi sebagian masyarakat, semangat empati dan kebersamaan dalam ibadah kurban dinilai tetap menjadi nilai penting yang relevan untuk kehidupan modern saat ini.







