Jakarta, 20 Mei 2026 – UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon bersama Pondok Pesantren Al-Bahjah melaksanakan panen perdana padi varietas Pancasona di lahan Waka melalui penerapan konsep smart farming atau pertanian cerdas berbasis teknologi. Kegiatan tersebut menjadi perhatian karena memperlihatkan kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan pesantren dalam pengembangan pertanian modern yang lebih efisien dan produktif. Smart farming disebut memanfaatkan teknologi dan pendekatan ilmiah untuk meningkatkan hasil panen sekaligus menjaga efisiensi penggunaan sumber daya pertanian. Inovasi seperti ini dinilai penting dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan, perubahan iklim, dan kebutuhan modernisasi sektor pertanian nasional. Panen perdana tersebut juga menjadi simbol pengembangan pertanian berbasis riset dan kolaborasi lintas lembaga.
Pengamat pertanian menjelaskan bahwa konsep smart farming semakin berkembang karena mampu membantu petani meningkatkan produktivitas melalui penggunaan teknologi digital, pemantauan lahan, dan pengelolaan pertanian yang lebih presisi. Dalam sistem ini, penggunaan air, pupuk, dan pengendalian hama dapat dilakukan lebih efisien sehingga biaya produksi dapat ditekan dan hasil panen lebih optimal. Selain meningkatkan hasil pertanian, pendekatan berbasis teknologi juga dianggap penting untuk menarik minat generasi muda agar lebih tertarik terjun ke sektor pertanian modern. Oleh sebab itu, keterlibatan kampus dan lembaga pendidikan dalam pengembangan smart farming dinilai memiliki dampak strategis bagi masa depan pertanian Indonesia.
Kolaborasi antara UIN Cirebon dan Ponpes Al-Bahjah juga dipandang sebagai bentuk penguatan sinergi pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Pengamat pendidikan menjelaskan bahwa pesantren kini semakin banyak terlibat dalam pengembangan ekonomi produktif, termasuk sektor pertanian dan kewirausahaan berbasis komunitas. Dengan dukungan teknologi dan riset dari perguruan tinggi, pesantren dinilai dapat menjadi pusat pengembangan ekonomi masyarakat sekaligus sarana pembelajaran praktis bagi santri dan warga sekitar. Pendekatan seperti ini dianggap mampu memperkuat ketahanan ekonomi lokal berbasis potensi daerah.
Varietas padi Pancasona yang dipanen dalam kegiatan tersebut disebut memiliki potensi produktivitas yang baik dan cocok dikembangkan pada lahan tertentu. Pengamat ketahanan pangan menjelaskan bahwa inovasi benih dan teknik budidaya menjadi faktor penting dalam meningkatkan produksi pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim dan keterbatasan lahan. Oleh sebab itu, pengembangan varietas unggul dan sistem pertanian modern dinilai perlu terus diperkuat agar Indonesia mampu menjaga ketahanan pangan jangka panjang.
Panen perdana padi Pancasona dengan konsep smart farming oleh UIN Cirebon dan Ponpes Al-Bahjah kini menjadi contoh kolaborasi inovatif dalam pengembangan pertanian modern di Indonesia. Banyak pihak berharap pendekatan berbasis teknologi dan pendidikan seperti ini dapat diperluas ke berbagai daerah untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Pengamat pertanian menilai masa depan sektor pangan nasional akan sangat bergantung pada kemampuan menggabungkan inovasi teknologi, riset ilmiah, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.







